Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Banting Harga Peternak Bebek Desa Celep kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen

Pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 berdampak buruk bagi sektor peternakan.


Tingginya harga pakan dan biaya pemeliharaan yang tak sebanding dengan harga jual yang hancur akibat PPKM, membuat peternak terpukul.

Nasib tragis itu dialami peternak bebek di sentra bebek Dukuh Kajen, Desa Celep, Kedawung, Sragen.Sedikitnya 20an peternak di wilayah ini memutuskan berhenti usaha karena bangkrut

Selain itu demi menekan kerugian, sebagian peternak yang masih bertahan terpaksa harus menjual bebeknya dengan harga jauh di bawah kewajaran.

Salah satu peternak, Wiyono mengatakan kondisi peternak bebek di wilayahnya memang sudah memprihatinkan.

Pemberlakuan PPKM telah berdampak buruk karena membuat penjualan bebek menjadi anjlok. Hal itu terjadi karena warung makan yang biasanya menjadi pangsa pasar peternak tak lagi bisa jualan.

Sehingga banyak bebek yang sudah usia panen, akhirnya tak laku terjual. Padahal peternak sudah keluar biaya banyak untuk membeli pakan dan pemeliharaan.

“Kalau waktu normal, sehari kita mampu menjual 500 ekor. Saat PPKM saat ini hanya mampu menjual maksimal 300 ekor. Karena pemilik rumah makan memang tak bisa menjual dagangan mereka,” paparnya kepada tim.




Posting Komentar untuk "Banting Harga Peternak Bebek Desa Celep kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen"