Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ustd. Ipmawan Muh. Iqbal, Menjaga Rumah Tangga Dengan Ilmu


Menjaga Rumahtangga dengan ilmu, Seringkali bila ada yg ingin bertemu, kita mendapatkan pesan singkat melalui ponsel, "Panjenengan di rumah apa tidak?"

Ada apa dengan "rumah". Rumah itu titik pusat keberadaan kita. Rumah adlh tempat kembali bagi kita semua. Sejauh apa pun melangkah, setinggi apapun terbang, selama apapun bepergian, kita pasti ingin pulang. Pulang ke rumah, dimana keluarga kita berada dalamnya. Rumah tangga.


Istilah rumahtangga bisa juga didefinisikan sebagai sesuatu yg berkenaan dengan urusan kehidupan di rumah. Sedangkan istilah berumah tangga secara umum diartikan sebagai berkeluarga (KBBI).

Hidup berumah tangga berarti kehidupan dengan cita2 dan harapan, bukan sekadar kebersamaan. Tujuan berumah tangga adlh membentuk keluarga yg penuh kebahagiaan didasari cinta kasih dan kasih sayang serta mendapatkan anak keturunan yg sholeh dan sholehah.

Pada awal tahapan membangun rumah tangga, kita selalu menghadapi situasi ketidakpastian. Dalam situasi ketidakpastian itulah yg mendorong suami-istri melakukan upaya menurunkan ketidakpastian itu, dengan cara mendapatkan pengetahuan dan pengertian sebanyak2nya.

Rumahtangga yg dibangun dg ilmu dan saling memahami akan ada pembagian tugas yg baik,  manajemen yg tepat. Hal ini bisa membantu mengurangi dan mencegah terjadinya konflik keluarga sehingga tercipta rumah tangga yg harmonis.

Berumah tangga itu tak hanya didasari oleh kebutuhan fitrah manusia utk hidup berpasangan dengan lawan jenis saja. Bagi umat beragama, berumah tangga adlh sarana ibadah utk meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.

Menjaga rumah tangga tetap harmonis kuncinya sederhana, saling menjaga hubungan baik dan jangan pernah putus komunikasi. Hubungan yg baik itu memberikan rasa perhatian, saling mendengar, dan memberikan respon.

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

"Para isteri adlh pakaian kalian (para suami) dan kalian (para suami) adlh pakaian bagi isteri.” (QS AlBaqoroh; 187)

Pesan Tuhan ttg menjadi pakaian diantara suami dan istri, berarti tak ada perbedaan dlm pemenuhan kewajiban terhadap pasangan. Tidak boleh ada kesenjangan hubungan antara suami dan isteri. Jangan sampai suami selalu menuntut haknya kepada istri, tetapi kewajibannya sebagai suami tak pernah dipenuhi, demikian pula sebaliknya.

Allahu a'lamu bishowab.

16 Juni 2020/24 Syawal 1441

Posting Komentar untuk "Ustd. Ipmawan Muh. Iqbal, Menjaga Rumah Tangga Dengan Ilmu"