Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ustd. Ipmawan Muh. Iqbal, Perbedaan Memaknai Kehidupan Dan Tujuan Hidup

Banyak perbedaan  pemahaman tentang memaknai kehidupan dan tujuan orang hidup. Hal ini dipengaruhi oleh sejauh mana pengetahuan masing2 orang mengenal diri sendiri. Bergantung pemahaman dirinya sebagai siapa.

Bila orang mengenali dirinya sebagai manusia yg tak bertuan, maka dia akan hidup bebas tanpa arah dan tujuan. Sebaliknya, bila orang mengenal dirinya sebagai makhluk yg dimiliki oleh tuannya, maka dia akan mengikuti petunjuk dari tuannya akan arti hidup dlm kehidupannya.

Ada yg memahami  kehidupan sebatas materi, kekayaan. Sehingga perjalanan hidupnya yg dicari, dikumpulkan adlh harta. Apabila dia tak memiliki uang, seolah hidupnya telah hilang.  Ada yg mengartikan bahwa kehidupan adlh kedudukan, popularitas dan kesempatan utk bersenang2. Semua kesenangan duniawi bagi mereka menjadi tujuan utama yg dicari.

"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKU.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

Hidup itu utk ibadah, beribadah adlh diantara cara manusia bercocok tanam di muka bumi utk kemudian menuai kelak hasil di akhirat. Beribadah yg dilakukan manusia meskipun sebagai bentuk perintah dari Tuhan, manfaatnya utk mereka sendiri.

Tuhan tak akan pernah kurang kuasa dan muliaNYA, seandainya seluruh manusia di muka bumi ini tidak menyembahNYA. Tuhan tetap Esa dan memiliki segala kekuasaan dan kebesaran. Ibadah dilakukan manusia utk kepentingan mereka sendiri.

Hidup utk menjadi khalifah bagi bumi; memimpin dan memakmurkan bumi, alam semesta. Manusia diberi amanah oleh Tuhan utk mengelola bumi yg begitu kaya. Fakta yg terjadi justru manusia seringkali berbuat kerusakan atas bumi ini.

Bila ditanyakan siapa manusia yg beruntung dan bahagia kehidupannya. Merekalah yg menjadikan dunia sebagai ladang beramal, “bercocok tanam” utk kebaikan akhiratnya.

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ
فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

“Dan adapun orang2 yg berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yg memuaskan. Dan adapun orang-orang yg ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adlh Neraka Hawiyah.” (QS. alQari’ah: 6-9).

Setiap manusia pasti sadar bahwa hidup di dunia akan bertemu titik akhir berupa kematian. Saat kematian tiba, sirnalah segala kenikmatan hidup. Sebatang kara, terbujur kaku di kubur. Mayoritas  manusia kehilangan cahaya kala berbicara kematian. Walaupun keimanan mengajarkan bahwa yg lebih nikmat adlh kehidupan setelah ajal.

Semoga Allah bimbing kita semua menjadi hambaNYA yg punya perangai, perilaku dan orientasi hidup selalu mencari ridhoNYA, serta menjadikan dunia ladang kebaikan sehingga mendapat kebahagiaan di akhirat kelak. Tak hanya akherat, di dunia pun kekayaan, kesenangan dan kebahagiaan pun akan menghampirinya. Janganlah ada keraguan menyiapkan diri utk kebaikan dunia, apalagi akhirat yg pasti akan datang. Insya Allah.
Allahu a'lamu bishowab.

Penulis : Ipmawan Muh. Iqbal


Posting Komentar untuk "Ustd. Ipmawan Muh. Iqbal, Perbedaan Memaknai Kehidupan Dan Tujuan Hidup"