Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jawara 3 kali Desa Kuto Turun Gunung Antisipasi

Covid-19 dan Tindak Kejahatan 



Karanganyar, deticku.com, Desa Kuto adalah desa dengan penduduk terbesar kedua di kecamatan Kerjo, adapun letak desa Kuto sangat strategis baik dari segi perekonomian maupun politis.

Tony Noor Prapto adalah sosok dibalik inisiator kemajuan dan kerukunan masyarakat  desa kuto.Usia yang masih terbilang muda menjadi sosok inspiratif bagi pemuda terutama dalam  bidang olahraga dan senibudaya baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

Sosok sangat humanis, humoris dan sahaja sangat disenangi masyarakat desa Kuto, sepintas tidak ada jarak antara beliau dengan pemuda maupun orangtua.
Konsisten dalam progam-progam desa membuat kepercayaan masyarakat sangat tinggi, dibuktikan beliau terpilih menjadi kepala desa kuto 3 periode secara berturut-turut, masyarakat menyebut beliau dengan jawara 3 kali.

Masa pendemi Covid-19 dan masa antisipasi tindak kriminal di wilayahnya,  beliau langsung gunung memantau membaur dan terlibat langsung dalam mensukseskan himbauan pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di desa Kuto.

Terbentuknya Gugus penanganan Covid di desa Kuto tak terlepas dari kesiapsiagaan dan keseriusan TNP dalam memimpin pemerintahan desa Kuto. masyarakatpun menyambut setiap himbauan dari pemerintah desa dengan membuat Posko covid di setiap dukuh masing-masing, sebagai bukti antusias warga dalam pencegahan penyebaran Covid-19(dengan melakukan  penyemprotan cairan desinfektan di tiap dusun) pemerintah desa kuto hadir dalam setiap kegiatan tersebut dan memberi kompensasi setiap akan melakukan penyemprotan.

Bentuk antisipasi pemerintahan kuto terhadap penyebaran covid antara lain:
  • Melarang warga masyarakat desa kuto yang berada di perantauan untuk tidak pulang kampung/ mudik.
  • Apabila ada masyarakat yang pulang kampung/ mudik di Wilayah Desa Kuto, yang bersangkutan harus bersedia untuk melakukan ISOLASI MANDIRI sekeluarga di rumah selama 14 hari.
  • Apabila ada masyarakat yang pulang kampung/ mudik di wilayah desa kuto dan tidak mau melaksanakan ISOLASI MANDIRI di rumahnya, maka yang bersangkutan harus bersedia (pergi) untuk meninggalkan rumah atau tempat tinggal yang ditempati saat pulang kampung/ mudik.
  • peraturan desa ini mulai berlaku pada tanggal yang diundangkan agar setiap orang dapat mengetahuinya dan mematuhinya.



"Saya selaku yang dituakan di desa Kuto bertanggung jawab baik secara sosial maupun emosional semua yang terjadi di masyarakat terutama saat pendemi Covid -19 dan tingkat keamanan saat ini", tukas TNP, kepala desa Kuto, 08/05/2020 (GrH/Aft)

Bersambung, Lurah Kuto Jawara 3 kali

Posting Komentar untuk "Jawara 3 kali Desa Kuto Turun Gunung Antisipasi"